Ulasan Pasar Bulanan - April 2012Kenaikan BBM pada bulan April tidak terealisasi namun tingkat inflasi tetap meningkat karena ekspektasi masyarakat dimana setelah isu/berita BBM akan dinaikkan (didengungkan pada bulan Maret), harga-harga kebutuhan pokok akan naik terlebih dahulu. Inflasi pada bulan April mencapai 4.5%, tertinggi sejak September 2011. Walaupun inflasi meningkat, Bank Indonesia diprediksi masih tetap mempertahankan BI rate di level 5.75% untuk bulan Mei. Selain itu, tingkat inflasi di level 4.5% tetap merupakan inflasi yang rendah karena rata-rata inflasi selama 2010-2011 sebesar 5.3%. Baca Selengkapnya...Ulasan Pasar Bulanan - Maret 2012
Inflasi pada bulan Maret tercatat hanya meningkat 0.07% dibandingkan bulan Februari dan 3.97% dibandingkan Maret 2011. Secara historis, bulan Maret merupakan bulan dimana tingkat inflasi cukup rendah yang ditopang dari panen raya dan masih belum signifikannya tingkat belanja pemerintah. Inflasi pada bulan Maret lalu juga masih tergolong rendah karena walaupun isu BBM bersubsidi akan dinaikkan sudah didengungkan sejak awal bulan Maret, harga-harga pangan dan kebutuhan pokok masih belum bergerak naik signifikan. Pemerintah dapat memutuskan kenaikan BBM bersubsidi sewaktu-waktu apabila harga Indonesian Crude Price (ICP) bulan April terus meningkat. Baca Selengkapnya...
Pasar keuangan global pada bulan Februari masih dipengaruhi oleh perkembangan krisis Yunani. Setelah sempat menekan pasar keuangan global, Yunani akhirnya berhasil mendapatkan persetujuan paket bailout kedua dari IMF, ECB dan Uni Eropa sebesar 130 milliar Euro (170 milliar US Dollar). Walaupun demikian krisis hutang di Yunani dan Eropa pada umumnya masih belum selesai dan masih akan menjadi ketidakpastian bagi pasar keuangan global pada masa mendatang. Baca Selengkapnya...
Ulasan Pasar Bulanan - Januari 2012
Pada bulan Januari, pasar keuangan Global mendapat sentimen positif dari harapan adanya jalan keluar bagi krisis Eropa yang dinantikan oleh semua pihak. Para pemimpin Eropa masih terus melakukan berbagai pertemuan untuk mendapatkan solusi penyelesaian bagi hutang Yunani. IMF saat ini terus berusaha untuk meningkatkan dana bantuannya agar mencapai USD 500 miliar yang akan digunakan untuk memberikan pinjaman ke zona Eropa maupun negara lain yang membutuhkan. Di AS, walaupun data-data ekonomi masih belum sepenuhnya menunjukan tren yang positif, namun antisipasi mengenai laporan kuartalan kinerja perusahaan yang membaik memberikan sentimen positif terhadap pasar saham di AS maupun global. Baca Selengkapnya...
|